Salman Al Farisi Playgroup Salman Al Farisi Taman Kanak-kanak Salman Al Farisi Sekolah Dasar Salman Al Farisi Sekolah Menengah Pertama Salman Al Farisi
Menu Utama
Sejarah
Visi, Misi & Tujuan
Pengurus
Kurikulum
Metode
Rencana Strategis
Fasilitas
UPP
     TPL
     Perpustakaan
     Komputer
     Audio Visual
     PSB
Milis
Kontak Kami
Peta Situs
Album Photo
Mengapa Harus Memilih Salman
struktur organisasi
 

Arsip Berita

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Kalender -- read by Asep Irfan N

 
Web Site ini telah dikunjungi oleh 6304 pengunjung.
   
 
SALMAN AL FARISI Bag.III
  1. Dari Salman Al-Farisi ra. Ia berkata bahwa Rasulullah Saw.bersabda:"Hendaklah kamu melakukan qiyamul lail karena hal itu merupakan perilaku orang-orang shalih sebelummu, sebagai sarana mendekatkan diri kepada tuhanmu, penghapus kesalahan, pencegah dari melakukan dosa dan pengusir penyakit tubuh". (Thabrani dalam Al-Kabir, fiqh As-Sunnah).
  2. Salman Al-Farisi ra. berkata bahwa Nabi Saw bersabda:"Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian dia membersihkan tubuhnya sedapat-dapatnya,setelah itu dia memakai harum-haruman, kemudian keluar rumah menuju masjid, dia tidak memisahkan diantara dua orang (yang duduk berdekatan) kemudian shalat sebanyak mungkin, dan diam apabila imam telah berkhutbah, niscaya diampuni Allah dosanya sejak itu sampai jum’at yang akan datang."(Hr Bukhari No.476)
  3. Dari Salman Al-Farisi ra. Katanya:"Zaman fatrah ( tidak ada rasul) antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad enam ratus tahun." (Hr Bukhari no.1559)
  4. Dari Salman Al-Farisi ra, katanya dia di tanya orang, "Bukankah Rasulullah saw telah mengajarkan kepada anda segala-galanya, hingga masalah buang air juga?" Jawabnya,"Benar! Beliau melarang kita menghadap kiblat ketika buang air besar atau kecil. Beliau melarang juga istinja’ dengan tangan kanan, istinja’ kurang dari tiga batu, dan istinja’ dengan kotoran ternak yang telah mengeraas atau dengan tulang."(Hr Muslim no.207)
  5. Dari Salman Al-Farisi r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda:" Bekerja atau berusaha siang dan malam menyiapkan perlengkapan perang lebih baik dari puasa dan shalat sebulan. Jika ia mati, pahala amalnya tetap mengalir kepadanya, begitu pula rezekinya dan dia aman dati fitnah."
  6. Dari Salman Al-Farisi r.a.katanya Rasulullah saw bersabda:" Allah memiliki rahmat (sifat pengasih)100 %. Maka 1 % rahmat diantaranya untuk seluruh makhluk agar berkasih-kasihan sesama mereka di dunia, sedang yang 99 % untuk hari kiamat kelak." (Hr Muslim no.2367)
  7. Ali bin Abi Thalib ra. Memberikan surat kepada Salman Al-Farisi yang berbunyi sebagai berikut: Amma Ba’d: This word is like a serpen, so soft to touch yet so lethal in its bite ("Dunia ini adalah ibarat ular yang lembut dalam sentuhan tetapi racunnya mematikan). Oleh karena itu jauhkanlah diri anda dari apa saja yang nampak baik bagi anda, karena tinggalnya beserta anda singkat. Jangan anda cemas atasnya karena keyakinan anda bahwa ia akan meninggalkan anda dan keadaannya tak tetap. Bilamana anda merasa tertarik kepadanya, jauhkanlah ia sekuat mungkin, karena bilamana seseorang telah yakin akan kebahagiaan di dalamnya, ia melemparkannya ke dalam bahaya; atau bilamana ia merasa aman di dalamnya, dunia mengubah keamanannya menjadi ketakutan. Wassalam. (Surat 68 Ali bin Abi Thalib dalam nahjul Balaghah)
  8. Di kisahkan dalam kitab Al-Hadaiqul Wardiyah, bahwasanya Salman Al-Farisi pernah berjalan bersama seorang tamunya di kota Madain. Tiba-tia ia melihat seekor kijang lewat dan beberapa ekor burung melintas di udara."Hai burung dan kijang, datanglah kepadaku karena aku hendak menjamu tamuku,"seru Salman. Burung-burung dan kijang itu segera mendatangi Salman sehingga tamu itu takjub dan bertasbih. Tanya Salman,"Apakah kamu heran dengan kejadian ini? Pernahkan kamu lihat seorang yang taat kepada Allah Swt ditolak perintahnya oleh sesuatu?"
  9. Rasulullah Saw memberikan wasiat kepada Salman Al-Farisi ketika sakit yang berbunyi,"Sesungguhnya ada tiga hal yang menjadi kepunyaanmu di dalam sakit. Pertama, Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah Swt. Kedua, doamu diijabah oleh Allah. Ketiga, penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu. Semoga Dia menggembirakanmu dengan kesehatan sampai ajalmu datang."
  10. Diriwayatkan oleh Khizaimah dari Salman Al -Farisi r.a.,ujarnya:"Rasulullah Saw pada hari terakhir dari bulan Sya’ban berkhutbah dihadapan kami. Maka beliau bersabda:"Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasa-Nya suatu fardhu dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’(sunnah). Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di bulan Ramadhan, samalah dia mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan shabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki para mu’min di dalamnya. Barangsiapa memberi makanan berbuka di dalamnya kepada seorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan berbuka puasa, baginya pahala seperti pahala orang mengerjakan puasa itu, tanpa sedikitpun berkurang."

    Para sahabat bertanya:
    "Ya Rasulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan berbuka puasa itu untuk orang yang berpuasa!" Maka bersabda Rasulullah Saw:"Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau seteguk susu. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya merdeka dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari hamba sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka. Karena itu, banyakkanlah yang empat perkara di dalam bulan Ramadhan. Dua perkara itu untuk kamu menyenangkan tuhanmu dan dua perkara lagi untuk kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Allah, ialah mengakui dengan sesungguhnya, bahwasanya tiada ada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepadanya, dua perkara lagi yang kamu sangat membutuhkannya ialah mohon surga dan berlindung dari neraka. Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi setelahnya, sehingga ia masuk dalam surga. (Pedoman puasa, Hasbi Ash-Shiddieqy(1992), hal.21-22).
  11. Seorang bertanya kepada Salman Al-Farisi r.a.,"Amal apakah yang paling afdhal?" ia menjawab." Tidakah Anda membaca Al-Qu’ran? Wa ladzikrullahi akbar dan dzikrullah itu benar-benar lebih besar."
  12. Dari Salman Al-Farisi r.a., dia berkata bahwa Rasulullah bersabda," Sesungguhnya Allah hidup dan mulia, ia malu bila ada orang yang menengadahkan kedua tangannya lalu membiarkannya pulang dengan tangan hampa,"(Hr. Abu Dawud dan turmudzi)
  13. Dari Salman Al-Farisi r.a., dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,"Tidur dalam keadaan berilmu itu lebih baik dari pada shalat dalam keadaan bodoh." (Hr. Abu Nu’aim).
  14. Salman Al-Farisi r.a., berkata, "Saya dibuat tertawa oleh tiga hal dan dibuat menangis oleh tiga hal. Tiga hal yang membuatku tertawa yaitu:
    a. Orang lalai dan kelalaiannya tidak pernah luput dari dirinya,
    b. Orang yang mengharapkan dunia padahal kematian akan menghampirinya,
    c. Orang yang tertawa yang tawanya memenuhi dirinya, dia tidak tahu apakh Allah marah ataukah     ridha kepadanya.
    Tiga hal yang membuatku menangis yaitu :
    * Berpisah dengan kekasih, Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam dan para sahabatnya,
    * Ketakutan orang perkasa saat melihat malaikat pencabut nyawa, dan
    * Saat berhadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya tidak tahu apakah aku diperintahkan ke sorga    atau ke neraka.."
  15. Salman Al-Farisi r.a dalam keadaan sakit. Sa’ad bin Abi Waqqash menjenguknya. Tatkala banyak orang yang juga menjenguknya, maka  dia pun menangis. "Mengapa engkau menangis wahai saudaraku? Bukankah engkau pernah menyertai Rasulullah? Bukankah....? Tanya Sa’ad.
    Salman menjawab," Saya tidak menangis karena salah satu dari dua hal. Aku tidak menangis karena merasa berat meni nggalkan dunia dan tidak suka akhirat, tetapi Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam pernah menasehatiku dengan suatu nasehat. Sementara itu, saya tidak melihat diriku melainkan telah melampaui batas." Apa yang dinasehatkan kepadamu? Tanya Sa’ad. "Beliau menasehatiku, bahwa bagi salah seorang diantara kamu cukup seperti bekal seorang musafir, dan saya tidak melihat diriku melainkan telah melampaui batas."Jawab Salman.
    Setelah Salman Al-Farisi meninggal dunia, harta peninggalannya dihitung yang ternyata tidak mencapai empat puluh dirham. (Hr Ibn Majah, Hakim Ibn Hibban, Tahabrani, Abu Nu’aim, dan ahmad).
     
 

| Home | PG | TK | SD | SMP |

Copyright ©2001-2002